Categories
Uncategorized

Sejarah Zaman Logam

Sejarah Zaman Logam – Anda mungkin pernah mendengar istilah usia logam, tetapi berapakah usia logam sebenarnya? Zaman logam adalah masa ketika kehidupan manusia telah berevolusi dan orang-orang akrab dengan teknik pengerjaan logam.

Mereka mampu membuat alat-alat logam dan sangat terampil. Perkembangan ini tentu saja menunjukkan bahwa standar hidup telah meningkat. Kehidupan masyarakat yang semakin kompleks tentu membutuhkan spesialis (undagi) di bidang masing-masing.

Sejarah-Zaman-Logam
Sejarah Zaman Logam

Juga, membuat alat-alat logam pada dasarnya sedikit lebih mudah daripada membuat batu. Cukup melelehkan logam, kemudian cairan logam dituangkan ke dalam bentuk alat yang akan dibuat.

Berdasarkan kemajuan waktu dan cara orang berpikir, keterampilan yang dibutuhkan sesuai. Karena itu, era ini juga disebut era pelecehan.

Ciri – Ciri Zaman Logam

  • Setelah membahas zaman logam sehingga Anda bisa lebih memahami penampilan zaman logam, berikut adalah fitur zaman logam yang perlu Anda ketahui.
  • Pada titik ini, aktivitas komersial berkembang lebih pesat, karena perdagangan antar pulau di Indonesia dan bahkan antara kepulauan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara telah melalui sistem barter. Sistem pertukaran pertukaran adalah sistem pertukaran di mana barang dipertukarkan, yang dapat berupa nekara perunggu, mutiara, rempah-rempah, kayu, moka dan timah.
  • Pada saat itu, pemakaman diadakan dengan dua cara, secara langsung dan tidak langsung. Penguburan langsung dilakukan dengan mengubur mayat secara langsung di tanah atau di peti di tanah. Sementara itu, penguburan tidak langsung dilakukan dengan mengubur mayat di tanah atau di dalam kotak kayu berbentuk perahu. Namun, setelah tubuh menjadi bingkai, bingkai diambil dan dibersihkan dan kemudian dikubur dalam kendi batu atau kuburan.
  • Master pengerjaan logam dan dapat dilihat pada memorabilia pada basis logam seperti cincin, kalung, anting-anting, gelang, gelang kaki, candrasa, patung perunggu, kapak corong dan Nekara.
  • Budaya semakin tinggi.
  • Kemajuan juga telah dicapai dalam pertanian, yang menggunakan sistem padi yang lebih efektif dan efisien daripada sistem ladang.

Pembagian Zaman Logam

Zaman logam terdiri dari tiga zaman, tembaga, perunggu, dan zaman besi. Dalam diskusi ini, kami hanya membahas era logam di Indonesia, tetapi berdasarkan teori ahli, era tembaga tidak terjadi di Indonesia.

Karena itu, hanya ada zaman perunggu dan besi di Indonesia pada zaman logam. Namun, saya akan berbicara sedikit tentang Zaman Tembaga. Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing era.

Zaman Tembaga

Zaman Tembaga adalah era di mana orang mengenali logam, di mana orang menggunakan tembaga sebagai bahan dasar untuk membuat perangkat. Para ahli mengatakan Indonesia tidak terpengaruh atau mengalami sejak Zaman Tembaga sejak Zaman Tembaga historis Indonesia belum ditemukan.

Hanya negara-negara di luar Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja yang terpengaruh oleh era ini.

Zaman Perunggu

Zaman Perunggu adalah era ketika orang membangun alat perunggu. Hanya di Indonesia ada peninggalan sejarah dari Zaman Perunggu, yaitu:

Candrasa

Candrasa adalah jenis kapak yang menyerupai senjata, tetapi tidak cocok sebagai peralatan perang / pertanian karena tidak kuat dan kuat. Candrasa ditemukan di Bandung dan dikatakan digunakan untuk keperluan upacara.

Kapak corong

Kapak Corong atau Kapak Sepatu adalah instrumen besar dan upacara berbentuk corong tradisional. Kapak corong ditemukan di Bali, Sulawesi selatan, dan Sulawesi tengah.

Nekara

Nekara adalah drum besar untuk upacara ritual, terutama sebagai pendamping upacara kematian, upacara pemanggilan hujan dan drum perang yang membatasi kehidupan. Nekara “The Moon of Pejeng”, Nekara terbesar di Indonesia, terletak di Bali.

Moko

Moko adalah spesies nekara kecil yang bertindak sebagai pusaka kepala suku, sebuah benda yang diturunkan kepada putra kepala suku dan juga mahar. Moko paling umum di pulau Alor dan Manggarai (pulau Flores).

Sumber : https://www.masterpendidikan.com/

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *