Categories
Uncategorized

Review taman nasional baluran

Halaman Nasional Baluran merupakan salah satu Halaman Nasional di Indonesia yang terletak di daerah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Halaman Nasional ini diambil dari nama gunung yang terletak di wilayah ini, ialah Gunung Baluran. Gerbang buat masuk ke Halaman Nasional Baluran terletak di 7°5517. 76″ S serta 114°2315. 27″ E. Halaman nasional ini terdiri dari jenis vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan masa, hutan tepi laut, hutan pegunungan dasar, hutan rawa serta hutan yang senantiasa hijau sejauh tahun. Jenis vegetasi sabana mendominasi kawasan Halaman Nasional Baluran ialah dekat 40 persen dari total luas lahan.

Saat sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seseorang pemburu kebangsaan Belanda yang mempunyai wilayah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak serta Gunung Mesigit, sempat singgah di Baluran. Ia sudah menyimpan atensi serta meyakini kalau Baluran memiliki nilai berarti buat proteksi binatang, spesialnya tipe mamalia besar.

Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang berprofesi bagaikan Direktur Kebun Raya Bogor menganjurkan perlunya Baluran ditunjuk bagaikan hutan lindung.

Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran bagaikan Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. Nomor. 9 bertepatan pada 25 September 1937 Stbl. 1937 Nomor. 544.

Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran diresmikan kembali bagaikan Suaka Margasatwa oleh Menteri Pertanian serta Agraria Republik Indonesia dengan Pesan Keputusan No. SK/ II/ 1962 bertepatan pada 11 Mei 1962.

Pada bertepatan pada 6 Maret 1980, bersamaan dengan hari Strategi Pelestarian se- Dunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan bagaikan Halaman Nasional

Bersumber pada SK. Menteri Kehutanan Nomor. 279/ Kpts.- VI/ 1997 bertepatan pada 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran diresmikan mempunyai luas sebesar 25. 000 Ha.

Cocok dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dipecah jadi sebagian zona bersumber pada SK. Dirjen PKA Nomor. 187/ Kpts./ DJ- V/ 1999 bertepatan pada 13 Desember 1999 yang terdiri dari:

zona inti seluas 12. 000 Ha.

zona rimba seluas 5. 537 ha( perairan= 1. 063 Ha serta daratan= 4. 574 Ha).

zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha.

zona pemanfaatan spesial dengan luas 5. 780 Ha, serta zona rehabilitasi seluas 783 Ha.

Halaman Nasional ini mempunyai dekat 444 tipe tanaman serta di antara lain ialah tanaman asli yang khas serta sanggup menyesuaikan diri dalam keadaan yang sangat kering. Tanaman khas tersebut merupakan:

  • Widoro bukol( Ziziphus rotundifolia)
  • Mimba( Azadirachta indica)
  • Pilang( Acacia leucophloea)
  • Tanaman yang lain antara lain:
  • Asam jawa( Tamarindus indica)
  • Gadung( Dioscorea hispida)
  • Kemiri( Aleurites moluccana)
  • Gebang( Corypha utan)
  • Api- api( Avicennia sp.)
  • Kendal( Cordia obliqua)
  • Salam( Syzygium polyanthum)
  • Kepuh( Sterculia foetida)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *