Categories
Uncategorized

Penyebab Umum Anemia Aplastik

Anemia aplastik terjadi karena kerusakan pada sumsum tulang, sehingga menyebabkan produksi sel darah menurun dan melambat.

Kerusakan pada tulang sumsum sangat berbahaya karena sumsum tulang berperan besar dalam menghasilkan sel punca ( stem cells ) yang memproduksi sel darah merah , sel darah putih, dan trombosit.

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia aplastic adalah penggunaan obat – obatan tertentu, ada beberapa obat – obatan tertentu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini seperti rheumatoid arthritis dan antibiotik.

Gangguan autoimun, gangguan yang terjadi ketika sistem kekebalan pada tubuh mulai menyerang sel – sel sehat termasuk sel punca pada tubuh itu sendiri, yang melibatkan sel – sel induk induk pada sumsum tulang.

Paparan bahan kimia beracun juga dapat menyebabkan anemia aplastik, seperti beberapa bahan kimia yang sering digunakan dalam pestisida dan insektisida, paparan benzene dan bahan kimia bensin juga telat dikaitkan dengan terjadinya anemia aplastik apalagi jika paparan bahan kimia tersebut terjadi terus menerus, tetapi dapat sembuh juga dengan sendirinya apabila menghindari paparan berulang.

Kehamilan, jika anemia aplastic terjadi pada kehamilan bisa terkait dengan masalah autoimun atau system kekebalan tubuh yang menyerang sumsum tulang selama kehamilan.

Radiasi dan kemoterapi, kedua jenis pengobatan tersebut umumnya umumnya bertujuan membunuh sel kanker, namun terkadang pengobatan tersebut juga dapat merusak sel – sel yang sehat termasuk sel yang memproduksi darah pada sumsum tulang pada akhirnya memicu timbulnya anemia aplastik karena efek samping dari perawatan tersebut.

Inveksi virus, penyebab yang dapat terjadi pada anda yang disebabkan oleh inveksi virus, hal tersebut dapat menyerang sumsum tulang pada seseorang seperti beberapa infeksi virus yang dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang, infeksi tersebut antara lain hepatitis, HIV, Epstein-barr, parvovirus B19, dan cytomegalovirus.

Faktor congenital ( kelainan bawaan ), sindrom fanconi yang biasanya disertai kelainan bawaan lain seperti mikrosefali, strabismus, anomali jari, kelainan ginjal dan lain sebagainya.

C:\Users\FHCI-HRM\Documents\anemia aplastik 2.png

Sumber gambar : dkms.org

Selain yang sudah dibahas di atas penyebab anemia aplastik juga dapat digolongkan menjadi dua jenis atau dua kelompok besar, yaitu acquired aplastic anemia dan inherited aplastic anemia ( anemia aplastik bawaan atau diturunkan ).

Pertama akan dijelaskan penyebab acquired aplastic anemia, anemia aplastic jenis ini adalah penyakit yang terjadi setelah seseorang lahir ( bukan diturunkan dari orang tua ) dan lebih banyak terjadi pada orang dewasa.

Dari 100 persen kasus terdapat sekitar 75 persen acquired aplastic anemia adalah idiopatik dengan kata lain tidak dapat ditemukan penyebab pasti penyakit tersebut, tetapi ada teori yang menunjukan bahwa kondisi tersebut sebagian besar disebabkan oleh gangguan autoimun.

Gangguan autoimun dapat terjadi ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ sehat yang dalam hal ini adalah sumsum tulang.

Kedua penyebab anemia inherited aplastic anemia ( anemia aplastik bawaan atau diturunkan ) adalah disebabkan oleh kelainan genetic yang diwariskan dari orang tua, penyakit ini sering terjadi pada anak – anak dan remaja, penderita anemia aplastik jenis ini beresiko mengalami kanker tertentu, seperti leukemia.

Ada pula beberapa faktor penyebab yang dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia aplastik adalah pemakaian obat – obatan seperti kloramfenikol dalam jangka yang panjang, menderita penyakit lain seperti paroxysmal nocturnal hemoglobinuria, infeksi hepatitis baru, kehamilan, penyakit autoimun seperti lupus atau artritis rheumatoid dan riwayat keluarga dengan penyakit anemia aplastik.

Sumber artikel : halodoc, chirpstory, honestdocs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *